Hujan jadi deru gemuruh mengantar air mata yang  perlahan jatuh. Ketika waktu tak pernah ingin tau, ketika semua ruang adalah semu, dan ketika dunia hanya bentangan debu, sepi berlalu seperti hantu yang terus memburu, menggelayuti pituitarimu, pituitariku, aku tertunduk. 

Aku tertunduk, tanpa malu, tanpa takut, tanpa tahu siapa aku, dimana. Semua jemu jenuh. Terlalu lama tertunduk, ketika aku terbangun, dunia telah jauh meninggalkanku.

Dengarlah, gemuruh kian menderu. sampai kapan, sampai ketika kau tak lagi dipecundangi waktu, hingga kau tak lagi dipecundangi dirimu sendiri.


0 komentar:

Posting Komentar