Jomblo: Sebuah Kitab Para Fakir Cinta


Judul : Jomblo
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagasmedia

Roses are red
Violets are blue
I am running around like a headless
chicken, dripping sweat,
Because of you

(Halaman 114)
.
"...Kamu adalah wanita. Kodrat kamu adalah dicinta, dipuja dan orang lainlah yang mengemis demi kamu"
(Halaman 208)

Doni, Bimo, Olip dan Agus adalah empat sekawan yang sama-sama kuliah di UNB, salah satu universitas negeri di Bandung. Keempatnya merupakan lelaki tunaasmara alias jomblo. Mahasiswa di UNB lebih banyak laki-laki dibanding wanita. Karena itu  mereka sering mengunjungi UNJAT, kampus lain di sekitar Bandung untuk sekadar "cuci mata" dan mencari gebetan di sana.

Olip sebenarnya memiliki wanita idaman yang telah dia taksir selama  tiga tahun.  Setiap hari Rabu dia selalu mengajak ketiga temannya untuk makan di kantin agar bisa melihat pujaan hatinya itu. Tiga tahun berlalu, Olip tak kunjung juga mendapat keberanian untuk mendekati wanita pujaannya, sampai di suatu hari dia nekad menghampiri wanita itu untuk berkenalan.  Namun bukannya terbuka kesempatan untuk bisa dekat dengan wanita itu, Olip malah mendapat suatu kejadian yang tragis.

Suatu ketika, Bimo mendapat telfon salah sambung dari seorang wanita.  Meski telah dikatakan salah sambung, wanita tersebut tetap saja menghubungi nomor yang sama.  Lama kelamaan, Bimo menjadi akrab dengan si penelfon misterisus itu, sampai akhirnya mereka sepakat untuk melakukan pertemuan. Berharap memiliki nasib bagus, Bimo malah mendapat sesuatu yang diluar dugaannya sama sekali.

Berbeda dengan Ketiga kawannya, Dani memiliki jam terbang cukup tinggi dalam masalah perempuan.  Pengalamannya yang banyak membuat dia dengan mudah mendapatkan seorang wanita untuk menjadi pacarnya.  Namun konsekwensi dari berpacaran dengan wanita itu begitu besar.  Dia harus memilih antara sahabatnya atau melanjutkan hubungan dengan wanita yang sudah terlanjur dicintainya.

Situasi yang rumit dihadapi Agus untuk memilih antara Rita, orang yang lebih dulu dipacarinya, atau Lani, selingkuhan yang juga Agus cintai.  Sifat Rita berbanding terbalik dengan Lani.  Bila Lani lebih pengertian, penyabar, dan tidak banyak menuntut, Rita malah selalu ingin dimengerti dan dituruti keinginannya.  Namun hal yang membuat Agus tidak bisa memutuskan Rita adalah sifat keibuan yang ada di diri Rita yang sejak awal menjadi sesuatu yang membuat Agus menyukai Rita. Meski sulit, Agus harus  membuat keputusan apakah bertahan dengan Rita atau memutuskannya dan melanjutkan hubungannya dengan Lani.

Novel Jomblo ini dibawakan penulis dengan sangat jenaka. Tidak seperti novel percintaan lain, novel ini justru lebih mengedepankan sisi humor dibanding romantisme antar lelaki dan wanita.  Meski demikian, banyak makna yang bisa diambil dari setiap bagian cerita, misalnya bagaimana kita menghadapi masalah dengan pasangan kita dan tidak lari atau berpaling dari masalah tersebut.


0 komentar:

Posting Komentar