To Be Unconcerned Not To Be Unconcerned

Ada fase dalam hidupku dimana aku benar benar tidak mau peduli dengan orang lain, entah itu perasaannya, keadaannya, dan segala hal yang menyangkut dirinya.  Ada fase dalam hidupku dimana aku menganggap orang-orang di sekelilingku adalah palsu, baik tindakan atau ucapannya.  Ada fase dalam hidupku di mana aku menyelimuti diriku sendiri dengan kain plastik tebal hingga apapun yang orang lain perbuat padaku, semuanya mental.



Ada fase dalam hidupku dimana aku ingin sendiri, menutup diri dalam gua pengasingan yang aku ciptakan sendiri.

(Sakit.  Sinting)

Ada fase dalam hidupku di mana aku sengaja mematikan telfon genggam, atau sengaja tak menjawab telfon meski seseorang menelfonku sebanyak tujuh kali dan mengirim puluhan SMS yang tak juga mendapat balasan.

Pada waktu itulah biarkan aku sendiri.  Do’akan saja agar waktu itu tak berlangsung lama, dan simpan segala kepedulianmu sampai nanti ketika aku menampakkan diri.

Setelah itu, balas sapaku dengan senyuman hangat.  Kamu boleh bertanya “kemana saja kamu selama ini”, dan aku akan menjawab, “Ada.  Aku gak ke mana mana.”  Setelah senyum terpasang di wajahku, aku yakinkan padamu bahwa semua telah berlalu.  Percaya saja, tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak butuh orang lain. 

0 komentar:

Posting Komentar