Candu


Mau bahas Lagu Awkarin yang judulnya Candu?
Ah... tentu saja bukan.  Sudah terlalu banyak orang berkomentar tentang lagu itu.  Mungkin aku hanya ingin menambahkan sedikit, betapa "jenius"nya si pencipta lagu memilih seorang Karin Novilda untuk menyanyikan lagunya.

Back to the laptop.
Terlalu aktif di media sosial ternyata kadang melelahkan.  Memang benar komunikasi menjadi (sedikit) lebih lancar. Di saat BBM pending, kita bisa pakai Line. Di saat Line tidak kunjung dibalas, kita bisa pakai WhatsApp. Ketika bosan di instagram, kita bisa beralih ke Path. Dsb dsb. Tapi suatu ketika ada titik jenuhnya juga.

Yang membuat lelah adalah ketika media sosial itu sudah serupa candu yang harus kita konsumsi setiap hari.  Kita seolah amat ketergantungan dan sakau bila sehari saja tidak bisa membuka media sosial.  Lebih parahnya, setelah memposting sesuatu, entah berupa tulisan atau foto, kita menjadi menanti-nanti, berharap-harap cemas, menunggu ada orang yang memberi like atau komentar pada postingan kita.

Seorang teman pernah berkata, bahwa internet, terutama media sosial, seperti layaknya sebuah pedang. Kalau pedang itu digunakan dengan bijaksana, akan banyak kebaikan dihasilkannya. Tapi ketika pedang itu sembrono kita gunakan, yang terjadi malah akan banyak yang terluka. Bahkan bisa membunuh diri kita sendiri. Bila kita sadar sudah terlalu kecanduan media sosial, mungkin itulah saatnya kita berpikir untuk berhenti, atau setidaknya rehat dari aktivitas bersosialisasi lewat media.


Salah satu hal tersulit bagi orang yang aktif dalam media sosial adalah, menyadari dengan sepenuh hati bahwa tidak semua orang peduli dengan apa yang kita posting.  Sebagian orang malah mungkin akan mengabaikannya tanpa melihat terlebih dahulu foto yang kita pajang atau caption yang kita tulis.  Padahal kadang kita mencurahkan seluruh pikiran dan perasaan kita untuk membuat caption yang panjang lebar.  Di sana mungkin letak keikhlasan diuji.  Sebagai tambahan, tidak semua orang yang kita kenal di dunia nyata mau dengan suka rela berteman pula dengan kita di dunia maya.



0 komentar:

Posting Komentar