Wanita yang Pernah Disenyumi Bulan

Day 5
*****

Senin, 1 Juni 2015

Untuk Aulia Novita Rachmawati
Wanita yang pernah mendapat senyum bulan



Hari ini satu lagi teman baikku melaksanakan sidang tugas akhirnya.  Aulia menyusul dua teman lainya, Siska dan Dian yang telah lebih dulu mendapat gelar Sarjana Ekonomi.  Sebagai teman, atau boleh dibilang sahabat, tentu aku senang dan bangga dia bisa meraih apa yang selama ini menjadi cita-citanya.  Kamu hebat, Aul. 

Aku mengenal Aul karena kami sama-sama berada dalam satu organisasi Mahasiswa DaerahMeski rumahnya di Bandung,  dia memilih masuk menjadi anggota Organisasi  Mahasiswa Daerah Sumedang karena dia dulu sekolah di Sumedang.  Pertama kali bertemu dengan dia, jujur saja, dia mengingatkanku pada seseorang di masa lalu.  Raut wajahnya, kacamata yang dikenakannya, jilbab yang dipakainya, benar benar membuatku ingat pada orang itu. Tidak perlu kusebut siapa orangnya di sini.  Namun seiring waktu berjalan dan pertemuan kami lebih sering, perlahan aku menemukan perbedaan-perbedaan diantara mereka.

Baiklah, subjek utama di sini adalah Aulia Novita, bukan orang lain.
Sebenarnya, tadinya aku ingin menyampaikan pada Aul bahwa ada seseorang yang kagum padanya. tapi tidak jadi.  Orang itu ternyata lebih memilih menjadi pengagum rahasia dibanding menampakkan dirinya.  Ya sudah, aku bisa apa.

Berhubung aku kehilangan topik utama, aku akan menggantinya dengan sesuatu yang lain.


Jujur saja, baru kali ini aku menemukan manusia unik seperti dia.  Dia mengajariku bahwa menjadi seragam dan biasa-biasa itu membosankan.  Lebih enak dan leluasa menjadi diri sendiri. Dia seolah-olah bisa mengatur ritme hidupnya sendiri, membuat setiap hal berjalan sesuai dengan cara dia.  Dia tidak akan mau melakukan apa yang tidak mau dia lakukan, apalagi yang bertentangan dengan nalarnya.

Sebenarnya, tidak cukup waktu yang kumiliki untuk benar-benar mengenalnya.  Setiap pertemuan, setiap percakapan, selalu saja kutemukan suatu hal baru tentang dirinya. Tidak selalu positif memang, tapi hal yang negatif pasti kalah dengan hal positif yang dia miliki. Intinya, aku merasa beruntung sekali mendapat kesempatan berkenalan dengannya. (Hidung kamu awas terbang, Ul.)

Never say goodbye. yah..
See you on the top, Ul, See you there..

0 komentar:

Posting Komentar